Cute Rocking Baby Monkey

Selasa, 18 Maret 2014

Jaden Smith Menonjok Justin Bieber


Jaden Smith Menonjok Justin Bieber… What??

                Oke, jangan berprasangka buruk dulu. Tidak mungkin lah seorang Jaden Smith akan benar-benar menonjok sang idola terkenal layaknya Jutin Bieber. Entahlah mungkin ada yang bakalan ngebom Jaden Smith kalo kayak gitu hahahaha (fantasi belaka)…. Oke sekarang gue gak bakalan membahas tentang Jaden Smith atau artis manapun. Gue bakalan membahas tentang kedua temanku yang yah bisa dibilang mencari sensasi di sekolah penuh Islami yang bias dibilang PONDOK PESANTREN kayak sma gue. Oke mungkin jika mereka melakukan adengan-adengan ini di sekolah luar yang biasa-biasa saja, gue anggap itu hanya kejadian yang tak ada kesannya sama sekali. Tapi ayolah, SMA gue coy, tempat anak ALIM. Yah mungkin gak semuanya alim.
                Pada suatu hari yang cerah, terdapat  segerombolan anak sedang bertanding basket. Yah pertandingan menegangkan antar SMA. Duh, jangan Tanya soal basket, gue gak mengerti sama sekali. Gimna mau ngerti, shooting bola ke ring aja gak kompeten -__- (asli malu-maluin banget ya). Oke back to permasalahan. Akhirnya SMA gue kalah telah dan gue tidak mengerti berapa skor yang diperoleh, yang jelas gue tau aja kalah :(
                “Huhhuuuuu… Malu-maluin banget… Mending Lu Rik masuk Keagamaan aja daripada masuk Keolahragaan” Seru Redo yang tampak kecewa. Tapi menurut si Erik ini dia gak merasa sakit hati apapun. Entahlah, mungkin dia sedikt nyesek kali dengan pernyataan Redo.
                Eh, disinilah awal dari segalanya. Redo yang bermaksud menyindir Erik, malah Rian yang merasa tersindir (salah pokus euyy). Dengan emosi mengebu-ngebu pada malamnya Rian menyuruh asistennya untuk mengundang (bahasa halusnya) Redo untuk keruang Pribadinya. Dengan merasa tidak bersalah apapun, Redo menuju ruangan Rian. Seketika saja kejadian itu terjadi…
                Mereka adu cekcot satu sama lain. Gak ada yang mau mengalah. Padalah si Rian ke GR-an banget. Dan akhirnya emosi mereka memuncak. Rian langsung mencekik Redo hingga membentur dinding layaknya kuntilanak memangsa manusia yang malang. Redo yang sesak nafas dan (kayaknya) terasa mau mati melontarkan tinjuan mautnya ke mata Rian hingga 3 kali. Setelah 3 Kali, Rian melepaskan cekikannya dan kemudian di tonjok kali untuk yang ke empat kali karena kekesalan yang sangat mendalam dialami oleh Redo. Para penghuni Asrama pun langsung melerai mereka.
                Sampai keesokan harinya, gue ngelihat Mata Rian yang wow, mirip mata Panda. Matanya serius ungu-ungu gitu kayak make celak ketebalan. Duh kok bukanya kasihan, gue malah pengen tertawa. Ya ya ya gue gak punya perasaan emang ~bodo!.
                Dan pada hari Seninnya mereka menghadap Kepala sekolah di Ruang keramatnya. Dan sampai akirnya, peraturan tetap peraturan. Mereka di Skors selama 5 hari dan menjadi CS gratis di sekolah kami. Gue rutuki diri gue sendiri karena tidak membawa kamera biar bisa mengabadikan semua gambaran mata Pandanya Rian sampe mereka menjadi Cleaning Servis Gratisan. Duh rasa-rasanya perutku sakit gara-gara menahan tawa.. HAHAHAHAHAHAHa

for pihak terlibat, ini hanyalah tulisan belaka, gue tau lu udah baca blog gak jelas ini (terutama lu Rian . Asli awalnya Dul nanya blog gue trus gue cerita ke Lian dan Ira terus mereka nanya ke Dul tau darimana blog gaje ini dan kate Dul dari lu trus Lian bilang ke gue ~efek gosip~) HIDUP sesama bigosp... oh ya, lu pade cuma ngunjungi tanpa follow... -__-

Kamis, 06 Februari 2014

Jenius



Akh, Tahun baru... Awal baru... Hidup baru... Semangat baru... dan Kelas baru...

   Setelah di telusuri, aku sekelas dengan salah seorang juara satu dalam angkatanku. Yah, si Jenius... atau banyak yang memanggilnya Hadi. Ukh, sebenarnya sih gereget sekelas sama orang se-jenius dia, tapi mau bagaimana lagi, tidak mungkin aku akan memprotes pengurus akademik sekolah hanya karena kau sekelas dengang orang yang jenius.
   Gila, ternyata dia memang jenius abis. Kerjaannya di kelas tuh pasti baca buku dan buku dan buku... Kalo gak dia pasti pergi ke mesjid untuk sholat Dhuha saat jam istirahat tiba. Dan yang paling mengejutkan binti ulalala, nilai terendahnya itu 83... IYA 83... dan itu adalah nilai Olahraga. Memang, banyak yang menyatakan bahwa orang yang jenius itu kadang-kadang rendah di Olahraga. Tapi menurutku itu lumayan lah, setidaknya, daripada nilai Olahraga ku yang lebih jelek lagi dari itu, dan juga ditambah nilai pelajaran lain yang sama jeleknya juga. 
   Kalo di sekolah lain sih gampang dapat nilai tinggi, apalagi hanya 83... Tapi Helllooooowwww... This WT, You know...!!! Salah satu sekolah terbaik di Indonesia berstandar Internasional dan didirikan oleh salah satu pemimpin bangsa ini (akh, aku mulai menyombongkan sekolah ini). So, wajarlah susah mendapatkan nilai batas KKM saja disini. Tapi, tak usah mempersalahkan masalah itu. Kita kembali ke si Jenius.
   Si jenius ini selalu saja (mungkin saja itu adalah hobinya) untuk mengintrupsi guru. Emang sih itu bagus dan wajar sebagai tanda bahwa tidak selamanya guru tuh benar, tapi gimana yah... Gak enak tau mendengar ada siswa bantah-bantahan dengan guru di depan kelas. Malah rasanya merinding.
   Dan sialnya lagi, aku sudah beberapa kali memeriksa Quiz Matematikanya. Mampus... dia bakalan memprotes aneh-aneh nih kalo misalnya nilainya tidak memuaskan. Akh, dasar si Jagung malah selalu saja memberikan bukunya padaku. Dan parahnya lagi, aku sekelompok sama dia di pelajaran Fisika dan Biologi. Duh, tambah merinding lagi. Pokoknya serem deh sekelas sama anak satu itu.
   Coba tebak, penampilannya tidak seperti kebanyakan orang jenius lainnya. Rambutnya tidak disisr tengah dan juga tidak memakai minyak rambut berlebihan, dan juga dia tidak berkacamata super tebal dan besar, terus walaupun bawaanya sering baca buku dia gak suka membawa berjumble-jumble buku dengan kapasitas super wow ke sekolah, lagipula kancing keraknya tidak terlalu rapat, pokoknya layaknya orang normal dah.
   Tapi dia tuh keren loh, suer. Bukan keren ala anak keren yang sok kece dan melakukan kegiatan yang crazy, BUKAN. Dia tuh keren ya karena kepintarannya. Dia tuh sampai ditawari beberapa bidang Olimpiade untuk menjadi peserta mereka. Kimia, Astronomi, Fisika, Kebumian, dan Matematika memperebutkan seorang Hadi. Buset dah... aku saja yang mendaftar di Astronomi tidak terterima, sementara dia 5 bidang Olimpiade  langsung menggaetnya. Tapi dia tetap teguh akan keyakinannya, yaitu FISIKA. Kalo bicara soal Fisika, aku mendingan mundur deh.
   Seperti kejadian di kelas, saat semua isi kelas terbengong-bengong dengan apa yang disampailkan oleh Pak Djaka tentang FISIKA yang melilit-litikan otak saraf para siswa, Hadi dengan entengnya menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan Pak Djaka. Ah, buset dah... Tuh anak pinter banget. Nanti kalo ini aku sekelas sama orang seperti itu. NGAREP DEH PENGEN PINTER KAYAK DIA... T____T
 
Life is Never Flat Blogger Template by Ipietoon Blogger Template